Foto : Pemerintah Kota Metro menggelar Apel Mingguan Aparatur Sipil Negara (ASN) di halaman Gedung Pemerintah Daerah Kota Metro, Senin (13/7/2026).
Jeritanrakyatnews.com, METRO – Pemerintah Kota Metro menggelar Apel Mingguan Aparatur Sipil Negara (ASN) di halaman Gedung Pemerintah Daerah Kota Metro, Senin (13/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat disiplin, profesionalisme, serta komitmen aparatur dalam memberikan pelayanan publik yang berkualitas, cepat, dan responsif.
Apel dipimpin langsung oleh Wakil Wali Kota Metro, Dr. M. Rafiq Adi Pradana, dan diikuti Sekretaris Daerah, para staf ahli, asisten, kepala perangkat daerah, camat, lurah, serta seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Kota Metro.
Dalam amanatnya, Rafiq menegaskan bahwa apel mingguan bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan wadah konsolidasi, evaluasi kinerja, dan penyampaian arah kebijakan pemerintah daerah.
“Apel mingguan ini bukan sekadar rutinitas, tetapi momentum untuk memperkuat disiplin, meningkatkan profesionalisme, dan memastikan setiap ASN menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab. Sebagai ASN yang bertugas melayani masyarakat, kita harus terus meningkatkan kualitas pelayanan serta menjaga integritas,” ujar Rafiq.
Ia menekankan bahwa ASN merupakan ujung tombak pelayanan publik yang dituntut memberikan pelayanan cepat, mudah, tepat sasaran, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Kepercayaan publik, kata dia, dibangun melalui pelayanan prima, responsif, dan bebas dari pungutan liar.

Pada kesempatan itu, Rafiq juga menyampaikan persiapan implementasi Program Digitalisasi Bantuan Sosial (Bansos) Tahun 2026. Kota Metro dipercaya menjadi salah satu dari 42 kabupaten/kota di Indonesia yang ditetapkan sebagai daerah percontohan penerapan Digitalisasi Bansos berbasis Digital Public Infrastructure (DPI).
Program tersebut bertujuan mewujudkan penyaluran bansos yang lebih tepat sasaran, transparan, dan akuntabel melalui integrasi Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), Identitas Kependudukan Digital (IKD), dan sistem pembayaran digital.
“Kita masih menemukan masyarakat yang sebenarnya sudah mampu tetapi masih menerima bantuan, sementara warga yang benar-benar membutuhkan justru belum memperoleh haknya. Digitalisasi ini menjadi solusi untuk memperkuat sistem verifikasi, meningkatkan akurasi data, dan memastikan bantuan sosial benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak,” jelasnya.
Melalui sistem baru tersebut, masyarakat nantinya dapat mengakses layanan bansos lebih mudah melalui integrasi data lintas lembaga, verifikasi biometrik, serta pemanfaatan IKD. Program ini diharapkan mampu mempercepat pelayanan, meningkatkan aksesibilitas keuangan, serta mendukung percepatan penurunan angka kemiskinan di Kota Metro.
Rafiq meminta Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat bersama seluruh pemangku kepentingan memperkuat koordinasi agar pelaksanaan program berjalan optimal dan menjadi contoh bagi daerah lain.
Selain itu, memasuki Semester II Tahun Anggaran 2026, Wakil Wali Kota meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) segera melakukan evaluasi terhadap target kinerja dan realisasi penyerapan anggaran.
“Pastikan seluruh program yang telah direncanakan dapat berjalan sesuai jadwal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, dengan tetap menjaga akuntabilitas dalam setiap pelaksanaannya,” tegasnya.
Melalui apel mingguan ini, Pemerintah Kota Metro menegaskan komitmennya untuk membangun birokrasi yang disiplin, profesional, berintegritas, dan adaptif terhadap transformasi pelayanan publik. (Advertorial)
Reporter : Hermansyah
Editor : Almahyra
