Foto : Kepala SMAN 1 Metro, Ibnu Budi Cahyana
Jeritanrakyat.co, METRO – Pengumuman hasil seleksi SMA Unggul Provinsi Lampung Tahun Ajaran 2026/2027 memicu beragam respons masyarakat. Sejumlah orang tua calon peserta didik mengaku kecewa karena anaknya dengan nilai rapor tinggi tidak lolos jalur prestasi.
Menanggapi hal itu, Kepala SMAN 1 Metro, Ibnu Budi Cahyana, memastikan seluruh proses seleksi berjalan transparan, objektif, dan sesuai Petunjuk Teknis SPMB 2026.
1. Ada Gangguan Teknis Saat Ujian Sesi 2. Ibnu mengakui sempat terjadi kendala teknis pada pelaksanaan SPMB.
“Pada sesi kedua tanggal 9 Juni 2026, server mengalami gangguan sehingga ujian ditunda dan baru berjalan lancar keesokan harinya, 10 Juni 2026,” ujarnya.
2. Lolos Jalur Prestasi Tidak Hanya Lihat Nilai Rapor, Ibnu menegaskan, peserta jalur prestasi SMA Unggul adalah siswa-siswi terbaik dari seluruh SMP di Lampung yang telah lolos seleksi administrasi ketat sebelum tes.
“Peserta yang masuk jalur prestasi adalah siswa-siswi terbaik dari seluruh SMP di Lampung. Nilai akhir dihitung sesuai petunjuk teknis yang berlaku,” jelasnya.
Sesuai Juknis SPMB 2026, nilai akhir jalur prestasi merupakan gabungan dari empat komponen:
1. Nilai rapor semester 1–5: 30%
2. Nilai TKA : 30%
3. Nilai TPA : 30%
4. Sertifikat atau piagam prestasi : 10%
“Dengan sistem pembobotan ini, peserta dengan nilai rapor tinggi belum tentu lolos jika nilai TKA, TPA, atau prestasinya lebih rendah dari peserta lain,” kata Ibnu.
“Penentuan kelulusan tidak hanya dari satu komponen. Semua nilai digabung secara proporsional agar seleksi lebih objektif dan mengukur kemampuan akademik secara menyeluruh,” tambahnya.
3. Kuota terbatas dan mekanisme pergeseran jalur domisili
Jalur prestasi SMA Unggul dialokasikan minimal 35% dari total daya tampung sekolah. Ibnu meminta masyarakat melihat hasil secara utuh sesuai mekanisme, bukan hanya dari satu indikator.
“Kuota sekolah unggul terbatas, sementara peminatnya sangat tinggi. Berbeda dengan jalur domisili yang menggunakan nilai murni TPA,” ujarnya.
Terkait keluhan calon siswa jalur domisili SMAN 1 Metro yang merasa berada di urutan 124 namun di pengumuman urutan 126, Ibnu menjelaskan faktor pergeseran. SPMB diikuti 35 sekolah se-Lampung. Ada siswa yang tidak lolos pilihan pertama di Bandar Lampung, lalu diterima di pilihan kedua di SMAN 1 Metro, sehingga menggeser urutan peserta lain.
4. Silakan laporkan jika ada bukti kecurangan. Untuk dugaan kecurangan seperti mencontek, pihak sekolah membuka kanal pengaduan. “Pihak sekolah mempersilakan masyarakat melapor jika memiliki bukti kuat melalui call center atau kanal resmi yang tersedia,” tegasnya.
5. Masih ada jalur reguler. Ibnu mengucapkan selamat kepada siswa yang diterima di SMA Unggul TP 2026/2027. Bagi yang belum lolos, ia mengimbau untuk mengikuti SPMB jalur reguler.
“Bagi yang belum diterima, masih ada kesempatan mengikuti SPMB jalur reguler di SMAN 2, 4, 5, 6 Metro pada 15–19 Juni 2026,” pungkasnya.
Reporter : Hermansyah
Editor : Almahyra
