Foto : Direktur RSUD Sumbersari Bantul Kota Metro, dr. Hasril Syahdu, M.KM
Jeritanrakyat.co, METRO – RSUD Sumbersari Bantul terus berbenah untuk memangkas antrean dan rujukan ke luar daerah. Sejak 5 Januari 2026, rumah sakit ini resmi memperkuat layanan spesialistik dengan menghadirkan dokter Paru dan menambah tenaga dokter Penyakit Dalam.
Dr. Hasril mengungkapkan, bahwa pihaknya terus memperluas akses layanan dasar hingga spesialistik agar warga Bantul, Piyungan, Pleret, dan sekitarnya bisa mendapat penanganan penyakit kronis lebih cepat dan manusiawi.
“Dua Inovasi utama yang sudah berjalan, yaitu hadirnya Poli Paru bersama dr. Vivi Rosari. Kehadiran dr. Vivi menjadi titik balik layanan pernapasan di RSUD Bantul. Sebelumnya, pasien dengan batuk kronis, sesak, asma, PPOK, TBC, hingga pneumonia harus dirujuk, ” ujar Direktur RSUD Sumbersari Bantul Kota Metro, dr. Hasril Syahdu, M.KM, Minggu (28/6).
Kini, pasien sudah bisa langsung mendapat diagnosis spirometri, edukasi inhaler, terapi OAT untuk TBC, sampai tata laksana pneumonia berat di Poli Paru.
“Adanya dokter spesialis Paru membuat alur jadi lebih cepat. Pasien tidak bolak-balik, edukasi juga lebih intensif sehingga kepatuhan berobat meningkat,” jelas Dr. Hasril.

Ia menabahkan, guna penguatan tim penyakit dalam bersama dr. Arif Rahman Hakim. Penambahan dr. Arif memperkuat penanganan penyakit metabolik dan kronis seperti hipertensi, diabetes melitus, gagal ginjal kronik, gangguan liver, hingga kasus geriatri. Layanan mencakup rawat jalan dan rawat inap.
“Hasilnya langsung terasa. Waktu tunggu konsultasi turun hingga 40%, jadwal kontrol lebih teratur, dan kolaborasi dengan poli gizi, laboratorium, serta radiologi semakin solid. Contohnya pasien DM, sekarang bisa konsultasi gizi dan cek HbA1c dalam satu hari kunjungan, ” ucapnya.
Dikatakan Asril, inovasi ini bukan sekadar menambah nama dokter di jadwal. Ini tentang menghadirkan layanan yang lengkap, cepat, dan tepat sasaran bagi masyarakat. Kami ingin RSUD Bantul jadi rumah sakit rujukan tingkat pertama yang dipercaya warga Bantul sendiri,” ucap Dr. Hasril.
Bahkan, Asril menargetkan kedepan akan mengembangkan 5 layanan unggulan baru, yaitu :
1. Center Penyakit Paru
2. Stroke Center
3. Pelayanan Penyakit Mata
4. Hemodialisa (HD)
5. Neuro Intervention dan rawat jalan terpadu penyakit kronis
Langkah transformasi ini dilakukan menyusul meningkatnya beban penyakit tidak menular dan gangguan pernapasan pasca pandemi.
Dengan penambahan SDM dan pembenahan alur pelayanan, RSUD Bantul optimis bisa menekan angka rujukan keluar daerah serta meningkatkan kepuasan pasien.
“Kami akan terus kembangkan layanan demi keselamatan dan kepuasan pasien, “tandasnya. (**)
Reporter : Hermansyah
Editor : Almahyra
